Wanita Shalehah Dambaan Umat

"Dunia itu perhiasan, sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah." (HR. Muslim)
Anas Ra juga menuturkan, Rasulullah Saw, pernah bersabda: "Siapa saja yang telah dikaruniai Allah wanita salehah berarti dia telah menolongnya dalam satu bagian agamanya. Oleh karena itu, hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam bagian yang kedua". (HR al-Hakim)
BERDASARKAN hadits di atas maka wanita salehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Dan keinginan untuk menjadi sosok wanita shalehah haruslah terpatri dalam diri setiap muslimah. Wanita mana sih yang tidak ingin menjadi sebaik-baik perhiasan didunia ini? Lantas bagaimanakah karakter wanita shalehah menurut Islam?
Allah Swt berfirman:
"Laki-laki adalah pemimpin wanita karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka telah menafkahkan sebagian harta mereka. Oleh karena itu, wanita yang salehah adalah yang menaati Allah dan memelihara diri ketika suami tidak ada karena Allah telah memelihara mereka" (QS.An-Nisa(4):3)
Dalam ayat tersebut di atas Allah Swt menetapkan bahwa salah satu karakter wanita salehah adalah menaati Allah swt. Artinya wanita salehah hanya akan berpikir dan bertindak berdasarkan rambu-rambu dari Allah Swt. Ia akan berupaya dengan serius dan sungguh-sungguh untuk melaksanakan Islam secara kaffah (keseluruhan).
Islam sebagai dien yang sempurna telah menetapkan rambu-rambu baik berupa hak dan kewajiban bagi wanita terkait dengan posisinya sebagai anak, sebagai isteri dan sebagai ibu .
Dalam pandangan Islam sebagai seorang anak, wanita berhak untuk mendapatkan nafkah yang halal, perlindungan, pengasuhan dan pendidikan yang terbaik dari orang tuanya. Pada saat yang bersamaan anak juga berkewajiban berbakti kepada orang tuanya dengan cara bergaul dengan makruf kepada mereka, tidak berkata kasar kepada mereka, memenuhi perintah mereka sepanjang tidak terkategori maksiyat.
Terkait posisi wanita sebagai isteri, dalam Islam isteri berhak untuk mendapatkan nafkah, perlindungan dan pergaulan yang baik dari suaminya, berhak untuk didengarkan pendapatnya. Di saat yang bersamaan Islam mewajibkan isteri untuk berbakti dan taat kepada suami sepanjang tidak maksiyat, wajib menggauli suaminya dengan baik dan penuh kasih sayang, memelihara rumah, diri dan harta suaminya.
Sebagai seorang ibu maka islam menjadikan peran sebagai ibu dan Robbatul bait adalah yang paling utama bagi wanita. Sabda Rasulullah saw: "Seorang wanita adalah pengurus rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas kepengurusannya" (HR.Muslim)
Memang tidak dapat kita pungkiri, ibu berperan penting dalam mencetak generasi yang berkualitas. Islam menjadikan memelihara anak sejak dalam kandungan, menyusui, memelihara, merawat, mendidik anak menjadi tanggung jawab ibu.
Islam juga mengatur peran publik wanita. Seorang wanita adalah bagian dari masyarakat dan bertanggungjawab bersama kaum laki-laki dalam mewujudkan masyarakat yang baik, yang mendapatkan ridho dari Allah Swt yaitu masyarakat yang menerapkan syariat Islam yang akan menebarkan rahmat bagi seluruh alam. Seorang muslimah berkewajiban untuk berdakwah, menyeru kepada Islam, mengingatkan kepada kebajikan. Dia juga tidak boleh menjadi sosok yang individualis dan egois, hanya mementingkan diri sendiri, minim empati dan tidak mau melihat persoalan orang lain. Sabda Rasulullah Saw: "Siapa saja yang bangun pagi-pagi tetapi tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia bukanlah golongan mereka" (HR Ath-Thabari)
Islam telah menetapkan, seorang muslimah memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, kritik dan saran terhadap kebijkan pemerintah yang menyimpang dari syariat Islam. Oleh karena itu muslimah juga harus cerdas politik Ia harus mengetahui mana kebijakan yang keliru dan bagaimana yang seharusnya, khususnya kebijakan atau aturan yang terkait dengan peran utamanya yaitu sebagai pencetak generasi dan pengatur rumah tangga. Islam membolehkan wanita terjun ke sektor publik untuk mengembangkan potensi ataupun mengaktualisasikan dirinya sepanjang tidak melaksanakan hal-hal yang diharamkan Allah misalnya membuka aurat, berkhalwat, apalagi sampai mengabaikan kewajiban utamanya yaitu sebagai ibu dan pengatur rumah tangga.
Dengan demikian sosok wanita shalehah adalah sosok anak, isteri dan ibu yang taat kepada Allah, menjaga kehormatan diri dan keluarganya. Ia selalu bercermin pada sosok muslimah hasil pendidikan Rasulullah Saw. Ia mendedikasikan dirinya bagi Allah dan rasul-Nya sehingga tidak mudah terprovokasi dengan ide-ide yang justru akan menjauhkannya dari Allah bahkan menyesatkan manusia. Ia akan berdaya guna bagi dirinya, keluarganya, lingkungan sekitarnya dan bagi ummat. Ia adalah sosok daiyah yang menyeru dirinya, kelluarga dan masyarakatnya untuk berada dijalan Allah. Dia akan teguh dan istiqomah di jalan Allah walau apaun yang terjadi, baginya keridhaan Alah diatas segalanya.
Memang menjadi wanita salehah tidaklah mudah, apalagi di tengah serbuan nilai dan sistem jahiliyah modern (baca Kapitalis, materialis) saat ini. Namun menjadi sosok wanita salehah bukanlah hal yang mustahil, tinggal bagaimana kita berupaya sungguh-sungguh untuk dapat mewujudkannya. Mengupayakan proses pembinaan untuk menempa diri menjadi sosok wanita salehah adalah hal yang tidak boleh ditunda-tunda untuk dilaksanakan.
Pada dasarnya pembinaan kepribadian harus memperhatikan dua aspek. Pertama aspek aqliyah (pola pikir), yang kedua aspek nafsiyah (pola sikap) Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kualitas aqliyah kita diantaranya:
1. Mengikuti kajian-kajian ke-Islaman yang menuntun kita untuk dapat menambah pengetahuan kita tentang Islam baik tentang aqidah, hukum-hukum Islam terkait persoalan individu hingga persoalan masyarakat.
2. Rajin mengasah pemikiran kita dengan mengikuti forum diskusi, seminar kajian workshop dan lain-lain, maupun dengan memperbanyak bacaan yang dapat menambah pengetahuan Islam kita ataupun pengetahuan lain yang tidak bertentangan dengan aqidah Islam.
3. Senantiasa berlatih untuk menganalisa setiap masalah dan menyelesaikannya dalam sudut pandang Islam.
Adapun cara untuk meningkatkan kualitas Nafsiyyah kita diantaranya:
1. Meningkatkan frekuensi dan kualitas ibadah dalam rangka ketaatan terhadpap perintah Allah Swt, seperti memperbanyak sholat dan shaum sunnah disamping tetap mengerjakan shalat wajib, membaca Alquran , dan banyak bersedekah.
2. Memupuk rasa tawakkal kepada Allah.
3. Memupuk kesabaran dan rela terhadap qadha
4. Memperbanyak dzikir dan istighfar kepada Allah
5. Senantiasa tekun berlatih untuk ikhlas karena Allah Swt.
6. Istiqomah untuk menyeru di jalan Allah.
Dengan meningkatnya kualitas aqliyah dan nafsiyyah pada diri muslimah kita berharap dapat menjadi sosok wanita shalehah yang menjadi dambaan umat, yang akan menjadi pencetak generasi yang berkualitas serta menghantarkan umat kepada kejayaan dan kemuliaan didunia dan akhirat Insyaallah. Wahai para muslimah, mari kita segera bersama-sama untuk meraih ridho Allah dan bersama-sama menapaki jalan menuju surga-Nya! Pasti tidak ada yang lebih indah ditelinga para kita kecuali mendengar berita gembira bahwa dirinya,keluarganya, suaminya dan anak-anaknya maupun keluarga berada disurga-Nya. Wallahu a'lam.***
Sumber : http://www.radarbanjarmasin.com(Kamis, 8 Maret 2007)

Mawadah, Sakinah, Wa Rohmah

Bagi mereka yg mencari Mawaddah (kasih), Sakinah (ketentraman) dan Rahmah (sayang) dalam Keluarga.

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan-pesan Al-qur'an tentang tujuan hidup yang sebenarnya
Nasehat ini untuk semuanya ...........
Untuk mereka yang sudah memiliki arah.........
Untuk mereka yang belum memiliki arah.........
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
Nasehat ini untuk semuanya.......
Semua yang menginginkan kebaikan.

Saudaraku.............
Nikah itu ibadah.......
Nikah itu suci........... ingat itu......
Memang nikah itu bisa karena harta,
bisa karena kecantikan,
bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta,
keturunan maupun kecantikan sebagai alasan............
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan........
Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Saudaraku..........
Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta........

Namun...... Jika cinta engkau jadikan sebagai landasan,
maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan......
Niscaya engkau akan selamat
Tidak saja dunia, tapi juga akherat.......
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan......
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

Saudaraku...........
Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu"......
disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan.......
Jika ini kau lakukan " istanamu " tidak akan langgeng.....
Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw....
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu beralaskan sorban,
karena sang istri tercinta tidak mendengar kedatangannya.
Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan
tersaji dihadapannya ketika lapar........
Menjahit bajunya yang robek...

Saudaraku.........
Jangan engkau menginginkan menjadi
ratu dalam "istanamu"........
Disayang, dimanja dan dilayani suami......
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu........
Jika itu engkau lakukan
"istanamu" akan menjadi neraka bagimu

Saudaraku............
Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.........
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu......
Jika itu engkau lakukan akan celaka....
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.....
Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mu
tat kala mengharamkan apa yang Allah halalkan
hanya karena menuruti kemauan sang istri.

Tegaslah terhadap istrimu.....
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah.......
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya........
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth...........
Di bawah bimbingan manusia pilihan,
justru mereka menjadi penentang.....
Istrimu bisa menjadi musuhmu...............

Didiklah istrimu........
Jadikanlah dia sebagai Hajar,
wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam,
wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya......
Jadikan dia sebagai Khadijah,
wanita utama yang bisa mendampingi sang suami Muhammad saw menerima tugas risalah.....

Istrimu adalah tanggung jawabmu....
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah.....
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah....
Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam........
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu...

Saudaraku.......
Jika engkau menjadi istri......
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu......
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah......
siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setiaterhadap tugas suami.....
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya....
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.

Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu....
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu....
Jika itu kau lakukan.....
Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka................
jangan..........

Saudaraku........
Jika engaku menjadi Bapak......
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah..........
Ajaklah mereka taat kepada Allah.......
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti.......
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat.......
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan'an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah.........
Mintalah kepada Allah,
agar mereka menjadi anak yang shalih.....
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.

Saudaraku........
Jika engkau menjadi ibu....
Jadilah engkau ibu yang bijak, ibu yang teduh....
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu....
Jadikanlah mereka mujahid...........
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah.....
Jangan biarkan mereka bermanja-manja.....
Jangan biarkan mereka bermalas-malas..........
Siapkan mereka untuk menjadi hamba yang shalih....
Hamba yang siap menegakkan Risalah Islam.

Awal Kehidupan Berumah Tangga

KESEPIAN BILA SENDIRIAN
Kesepian adalah hal yang paling ditakuti oleh makhluk manusia, sebab manusia tidak dapat hidup sendiri, dia memerlukan orang lain untuk menghilangkan kesepiannya. Dia memerlukan cinta kaseh selama hidupnya dan ingin pula memberikan cinta kaseh kepada orang lain. Dia dijadikan dengan melalui dua manusia, sperma dari pihak lelaki dan sel telur dari pihak perempuan. Dia dibesarkan dalam rahim ibunya sehingga terbentuk menjadi manusia.
Di dalam rahim ibunya ia sendirian, sepi, namun ia mengalami kehidupan yang sempurna. Diberi makan melalui darah ibunya, kotorannya dikeluarkan melalui darah ibunya, keamanannya terjamin kerna setiap gangguan yg dating dari luar dihalangi lewat perut sang ibu. Dia memperoleh hawa menyenangkan yg dipertahankan oleh tubuh ibunya, sehingga tidak merasakan perubahan yang besar (kaya terlalu dingin atau terlalu panas). Rahim ibulah merupakan syurga bagi janin. Si ibu memeliharanya dengan penuh kaseh sayang, si ayah serta keluarga mengharapkan bayi akan lahir itu hadir kedunia dengan penuh kaseh sayang pula.
Begitu saja terlahir dengan melalui proses yg sangat membahayakan, dan setelah beransur dewasa, maka segala galanya berubah. Dia harus mencari makan sendiri, dia harus menjaga dirinya sendiri dan bahaya yag selalu mengancam dirinya. Dan pada saat ini dia harus berhadapan dengan keadaan atau hawa ganas dan selalu berubah-rubah. Pada saat ini dia memerlukan orang lain untuk menjamin makanannya, keamanannya, menutupi dirinya dari hawa yg selalu berubah-ubah itu. Dia tidak dapat berdiri sendiri.
Andai kata tidak ada ibu sebagai orang yg pertama dan utama yg menjamin keperluan hidupnya, maka ia akan mati. Dia memerlukan cinta kaseh dari orang lain. Keadaan hidupnya berbeda sekali dengan binatang yg pada amnya, bila sudah lahir ia langsung dapat hidup sendiri.
Manusia yang baru hadir di muka bumi ini dipelihara, dididik. Setelah meningkat usia dewasa, kebutuhannya tidak dapat lagi dipenuhi oleh orangtuanya. Dia memerlukan manusia lain, iaitu manusia yang berada di luar rumah tangga orang tuanya.
Dia memerlukan kepuasan seks, yg tidak dapat dengan segera dipenuhinya. Dia harus membangun rumah tangga baru dengan teman hidup yg diharapkannya dapat memberikan kepadanya.
Cinta kaseh yg kukuh untuk masa yg panjang sampai ia mengucapkan selamat tinggal pada dunia yg fana ini.
Cinta kaseh yg dapat menjamin untuk menjauhkan dia dari kesepian yg sangat ditakutinya.Cinta kaseh yg dapat menjamin kepuasan seks yg memuaskan dan dapat diperolehinya setiap waktu apabila ia memerlukannya.
Cinta kaseh untuk membangun rumah tangga sendiri.Cinta kaseh yag dapat melanjutkan keturunannya.
Inilah salah satu penyebab makanya manusia itu memerlukan keramaian. Kekurangan cinta kaseh akan menyebabakan seorang remaja itu merasa sepi serta gelisah dan menyebabkan ia menjadi tidak tenteram, sehingga kadangkala membuatkan dia tidak menentu arah tujuannya.
Bagi manusia remaja yg sudah sampai dewasa ia memerlukan teman hidup dan ia harus mencari seseorang yg dirasakan dapat memenuhi keperluan hidupnya, maka ia harus membangun suatu rumahtangga yg harus melalui suatu ikatan yg dinamakan pernikahan, kerana dengan pernikahan inilah yg akan dapat ikut serta menjamin pemuasan keperluannya. Keperluan manusia kepada orang yg berlainan jenis dengannya ini dijelaskan Allah dalam Firmannya yg ertinya:
"Dan Di antara kebesaran Allah ialah Ia ciptakan isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang, sesungguhnya yg demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi mereka yg mahu berfikir.¡¨ (Ar-Rum: 21)
Dari firman Allah ini jelaslah bahawa keperluan hidup, jauh dari kesepian, persahabatan, cinta kasih yg kukuh hanya diperoleh dalam pernikahan yg telah diatur oleh Allah SWT sendiri. Firman Allah ini ditegaskan pula oleh Hadis Nabi tentang kebenaran dan janji dari firman Allah tersebut dengan sabdanya:
"Wahai pemuda, barangsiapa di antara kamu yg sudah sanggup untuk kahwin, maka kahwinlah kerna kahwin itu lebih merendahkan pandanganmu dan memelihara kehormatanmu. Barangsiapa yg tidak sanggup kahwin, maka berpuasalah, kerana puasa itu akan menurunkan keinginan syahwat.¡¨ (HR Bukhari dan Muslim)
Begitu kerasnya, anjuran pernikahan ini, sehingga dalam hadis yg lain Rasulullah mengancam bagi mereka yg tidak mahu menikah, sebagaimana sabda beliau yg ertinya:
"Nikah itu adalah sunnahku, dan barangsiapa yg tidak melakukan sunnahku, bukanlah ia dari golonganku dan berkahwinlah kamu kerana kau akan merasa bangga dengan banyaknya kamu pada hari kiamat.¨
Dalam hadits yg lain pula diceritakan: "Uhaf datang kepada Rasulullah, ia belum mahu menikah padahal sudah mampu,
lalu Rasulullah bertanya kepadanya, Apakah engkau telah beristeri wahai Uhaf? "
Jawabnya, "Belum"
Sabda Rasulullah, "Tidak kah engkau mempunyai budak perempuan?
Jawabnya, "Tidak"
Sabdanya lagi, "Bukankah engkau sihat dan mampu?"
Jawabnya, "Ya, Alhamdulillah."
Lalu Nabi bersabda, "Kalau begitu engkau termasuk teman setia syaitan. Karena engkau mungkin termasuk pendeta Nasrani, oleh kerana itu bererti engkau termasuk golongan mereka. Atau mungkin engkau termasuk golongan kami, sehingga kerana itu hendaklah kamu berbuat seperti yang menjadi kebiasaan kami. Kerana kebiasaan kami adalah beristeri. Orang yg paling durhaka di antara kamu adalah yg membujang, orang yg paling hina di antara kamu ialah para bujangan. Sebab itu sungguh celakalah kamu wahai Ukuf, oleh kerana it menikahlah"
Lalu Ukuf berkata, "Wahai Rasulullah aku tidak akan mahu menikah sebelum engkau yg menikahkan aku dengan orang yg engkau sukai."
Lalu Rasulullah bersabda, "Kalau begitu aku nikahkan engkau dengan nama Allah dan dengan berkahNya kepada Kultsum al-Humairi, seorang wanita yg berbudi mulia.¨ (HR Ibnu Atsir dan Ibnu Majah)
Dari ungkapan hadis-hadis di atas jelaslah, hanya Islamlah satu-satu agama yg menggalakkan serta memberi motivasi kepada setiap orang supaya berumah tangga. Jika seseorang itu menyalahi fitrahnya iaitu menikah, mereka akan menemui akibat-akibatnya. Di antaranya tidak seimbang manusia itu memerlukan makan, maka kalau ia tidak mahu makan bererti ia membiarkan dirinya dalam kebinasaan. Demikian juga halnya dengan menikah, yg merupakan fitrah manusia untuk melakukannya, jika hal ini tidak dilakukan maka akan terjadilah gangguan-gangguan seperti
1. Tidak ada keseimbangan utk melangkah keapda sesuatu yg seharusnya dikerjakan.
2. Akan lebih mengutamakan diri sendiri atau egois.
3. Lari dari tanggung jawab.Wallahu a'lam bishawwab.
Wanita Sholihah adalah qonitat (Taat) Hafidzat (Menjaga Diri), Karena Allah telah memelihara (Kehormatan) dirinya. (An Nisa:34)

Mukjizat Cinta (Masih Menunggu)

Di ujung malam, di tengah birunya hati, ku rebah bersama sepi.
Sejenak merangkai tanya, adakah mukjizat cinta itu nyata?

Kuterus mencoba pejamkan mata mengikuti kantuk yang ternyata terlumpuhkan resah.


Adakah kesejatian cinta kan terbentuk di hatiku?

Seperti insan-insan yang jiwanya lebur bersama cinta,
lalu darinya terlahir kebenaran-kebenaran langkah.

Masih kubilang kusendiri, nyatanya tidak.


Di sini,

Ada kehadiran yang masih kutunggu
Seperti desir angin yang kunanti di kala terik
Atau rona pelangi selepas hujan.

Hidup Adalah...???

Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan perjalanan, nikmatilah.

Hidup adalah tantangan, hadapilah.

Hidup adalah anugerah, terimalah.

Hidup adalah pertandingan, menangkanlah.

Hidup adalah tugas, selesaikanlah.

Hidup adalah cita-cita, capailah.

Hidup adalah misteri, singkapkanlah.

Hidup adalah kesempatan, ambillah.

Hidup adalah lagu, nyanyikanlah.

Hidup adalah janji, penuhilah.

Hidup adalah keindahan, bersyukurlah.

Hidup adalah teka-teki, pecahkanlah.

Uang, kebahagiaan, kesuksesan, cinta, dan seks, hanyalah bagian-bagian KECIL dari hidup.

Hidup adalah mengejar yang terbaik dalam semua prioritas yang terpenting dalam hidup, yaitu:

Bangkit dari Kegagalan, Membangun Karakter, Memiliki Integritas, Menjadi seperti apa diri kita kita seharusnya, dan Memberi

God Always Answer With The Best

Pernah baca di salah satu bukuada kata-kata yang menarik "God always answers you're requests,,not always with yes, but always with the best..."

Dan sepertinya itu memang benar sebuah kata yang tepat.Tuhan lah yang selalu memberikan jalan kehidupan untuk kita.Tuhan yang selalu menunjukkan mana pilihan yang terbaik untuk kita..Kadang kita berharap sesuatu hal dan Tuhan berkehendak lain,,itu bukan karna Tuhan tidak menyayangi kita,, tetapi karna Tuhan lebih tau apa yang terbaik untuk kita..Sepertinya sudah saatnya kita belajar untuk menerima dengan ikhlas apa pun keputusan Tuhan,, karna kita yakin bahwa Tuhan akan selalu memberikan apa yang terbaik untuk hambaNya.. Tentunya diimbangi dengan usaha dan do'a..Yakinlah bahwa disetiap kejadian pasti ada hikmah dan pembelajaran..Bahwa setiap detik yang berlalu adalah pembelajaran..

Bila Ibu Boleh Memilih

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di tempat kerja
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi  
anakku
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…
Maafkan ibu…Maafkan ibu…
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu keping pun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang...
Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak…
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…